Surat Cinta Untuk ALMADANI
Untuk Sebuah Kebanggan,
Dan
Penghargaan
AL-MADANI
Assalamualaikum,,
Ku awali
surat ini dengan sedikit mengulang mengingat masa lalu, masa dimana saat-saat
pertama ana mengenali
AL-MADANI. Mungkin tidak begitu berkesan, bahkan terkesan tak ada yang mengesankan.
Tak hayal semua terasa suram, bahkan sedikit buram. Ana merasa asing, dilingkungan rohis dengan jiwaku yang masih merasa
putih abu-abu.
Hari demi
hari berlalu, sepetik keindahan terus mengalir, sekuntum kebanggan tak pernah
tergelupas, secercah harapan menyeruak kejiwa, bahkan semua keinginantertanam
kokoh dengan tombak yang berawal niat dan ikhlas. Tatkala sapaan hangat menjadi
ciri khas, senyuman manis tak kan pernah menipis. Ukhuwah terikat tanpa ada
rasa berat. Begitu singkat perkenalan dengan kakak-kakak dan bahkan cepat
terasa dekat.
Begitu
lelah pengorbanan dari orang-orang terdahulu yang luar biasa, tekad yang besar
nan tak pernah padam. Perjuangan agama untuk kampus tercinta, hingga lahirlah
satu nama AL-MADANI tahun 1999. Tak mudah untuk menggapai semua, tak jarang
lelah itu tersudut di bongkahan sendi ini, seringkali waktu bersantai tak
pernah ternikmati. Tapi, itu bukan alsan mereka unutk menghentikan langkah ini,
surut dalam hidup penuh gelombang. Mereka tetap semangat.
Apakah
kaki ini bisa berjalan menelusuri semangat mereka yang terdaulu untuk AL-MADANI
? Apakah sempat unutk berlari mencari arti sebuah pencapaian itu? Apakah nanti
bisa tetap bertahan seperti mereka ? Apakah sendi ini
mampu menahan lelah layaknya pengorbanan mereka? Ntah lah.... Terkadang terlalu
banyak tanda tanya keraguan dalam benak ini. Tapi, itu semua takkan jadi hal
besar yang akan menyusutkan semangat ukhuwah ini.
Di
Al-Madani ukhuwah ini tertanam erat, di AL-MADANI kegiatan setiap hari terasa
padat. Di Almadani, corat-coret brosur dan pamflet jadi makanan sehari-hari ana. Foto-foto udah jadi kegiatan yang takkan
pernah tertinggalkan. Di Al-madani hijab tetap terjaga, bahkan terbangun satu
tembok permanen. Uhhh... begitu banyak kalimat tertuang tuk Al-Madani, yang takkan pernah habis tuk diungkapkan. Yang takkan hilang tuk di dendangkan, dan takkan
pudar tuk di syairkan.
Untukmu
Al-Madaniku..
Mungkin tuk merangkai sebuah kata-kata indah
masih asing bagiku, bahkan terkesan kaku. Kata-kata seperti apakah yang bisa
mewakili semua perasaan yang tersirat maupun tersurat untuk mengungkapkan
beribu kebanggan terbesarku setelah mengenaldirimu, bahkan telah masuk
keruas-ruas ketatanan strukur kepengurusanmu. Begitu banyak cerita, canda tawa,
suka dan duka yang tergoreskan. Mungkin aku hanyalah bongkahan terkecil yang
akan mewarnai dalam sejarah panjangnya Al-Madani sampai nanti, tapi setidaknya
kebanggaan ini tak kan pernah mengecil untuk satu nama.
Di AL-Madani kita melangkah demi kajayaan
ummah, tak pernah lelah melompat lebih tinggi, karena kita saudara.
SYUKROOOON AL-MADANI... JJJ
Salam
Ukhuwah
Maya
Chezee
Ilmu Komunikasi
( Anggota Danus 2012-2013)
0 komentar:
Posting Komentar