Kamis, 20 Juni 2013



Surat Cinta Untuk ALMADANI



Untuk Sebuah Kebanggan,
Dan
Penghargaan
AL-MADANI
Assalamualaikum,,
Ku awali surat ini dengan sedikit mengulang mengingat masa lalu, masa dimana saat-saat pertama ana mengenali AL-MADANI. Mungkin tidak begitu berkesan, bahkan terkesan tak ada yang mengesankan. Tak hayal semua terasa suram, bahkan sedikit buram. Ana merasa asing, dilingkungan rohis dengan jiwaku yang masih merasa putih abu-abu.
Hari demi hari berlalu, sepetik keindahan terus mengalir, sekuntum kebanggan tak pernah tergelupas, secercah harapan menyeruak kejiwa, bahkan semua keinginantertanam kokoh dengan tombak yang berawal niat dan ikhlas. Tatkala sapaan hangat menjadi ciri khas, senyuman manis tak kan pernah menipis. Ukhuwah terikat tanpa ada rasa berat. Begitu singkat perkenalan dengan kakak-kakak dan bahkan cepat terasa dekat.
            Begitu lelah pengorbanan dari orang-orang terdahulu yang luar biasa, tekad yang besar nan tak pernah padam. Perjuangan agama untuk kampus tercinta, hingga lahirlah satu nama AL-MADANI tahun 1999. Tak mudah untuk menggapai semua, tak jarang lelah itu tersudut di bongkahan sendi ini, seringkali waktu bersantai tak pernah ternikmati. Tapi, itu bukan alsan mereka unutk menghentikan langkah ini, surut dalam hidup penuh gelombang. Mereka tetap semangat.
            Apakah kaki ini bisa berjalan menelusuri semangat mereka yang terdaulu untuk AL-MADANI ? Apakah sempat unutk berlari mencari arti sebuah pencapaian itu? Apakah nanti bisa tetap bertahan seperti mereka ? Apakah sendi ini mampu menahan lelah layaknya pengorbanan mereka? Ntah lah.... Terkadang terlalu banyak tanda tanya keraguan dalam benak ini. Tapi, itu semua takkan jadi hal besar yang akan menyusutkan semangat ukhuwah ini.
Di Al-Madani ukhuwah ini tertanam erat, di AL-MADANI kegiatan setiap hari terasa padat. Di Almadani, corat-coret brosur dan pamflet jadi makanan sehari-hari ana. Foto-foto udah jadi kegiatan yang takkan pernah tertinggalkan. Di Al-madani hijab tetap terjaga, bahkan terbangun satu tembok permanen. Uhhh... begitu banyak kalimat tertuang tuk Al-Madani, yang takkan pernah habis tuk diungkapkan. Yang takkan hilang tuk di dendangkan, dan takkan pudar tuk di syairkan.

Untukmu Al-Madaniku..
Mungkin tuk merangkai sebuah kata-kata indah masih asing bagiku, bahkan terkesan kaku. Kata-kata seperti apakah yang bisa mewakili semua perasaan yang tersirat maupun tersurat untuk mengungkapkan beribu kebanggan terbesarku setelah mengenaldirimu, bahkan telah masuk keruas-ruas ketatanan strukur kepengurusanmu. Begitu banyak cerita, canda tawa, suka dan duka yang tergoreskan. Mungkin aku hanyalah bongkahan terkecil yang akan mewarnai dalam sejarah panjangnya Al-Madani sampai nanti, tapi setidaknya kebanggaan ini tak kan pernah mengecil untuk satu nama.
Di AL-Madani kita melangkah demi kajayaan ummah, tak pernah lelah melompat lebih tinggi, karena kita saudara.

SYUKROOOON AL-MADANI... JJJ
                                                                                                            Salam Ukhuwah
                                                                                                Maya Chezee
Ilmu Komunikasi
( Anggota Danus 2012-2013)